Pelayanan Terburuk Jadi Inspirasiku

17 Feb 2010

Sebenarnya setiap orang punya sisi inspiratif bagi orang lain walau dia sendiri tak menyadarinya. Menjadi panutan dan tauladan yang baik untuk orang lain. Bahkan contoh yang jelek pun bisa jadi inspirasi bagi kita agar tak melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Bagiku setiap orang adalah inspirasiku, apakah itu ibu bapak, adik kakak, suami anak-anakku, tetanggaku dan orang-orang di sekelilingku dan terkadang makhluk hidup lainnya pun tak lepas dari sumber inspirasi. Aku tidak akan menyebutkan 1 nama baik itu tokoh atau disini karena memang aku merasa semua orang adalah inspirasiku. Inspirasi untuk memotivasi diri menjadi individu yang lebih baik.

Faktor inspirator yang paling membuatku merasa tertantang untuk lebih maju adalah service skill tiap individu. Kita mungkin pernah mendapatkan pelayanan buruk di pelayanan publik atau bahkan pelayanan memuaskan di minimarket atau tempat-tempat lainnya. Pelayanan terbaik dan memuaskan mungkin sedikit menjadi inspirasi bagiku karena memang itulah tugas mereka. Tapi justru pelayanan terburuk yang aku terima makin membuatku terinspirasi untuk tidak aku lakukan dan kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan melayani adalah anugrah dan bakat terpendam dalam setiap manusia. Tak terkecuali itu aku. Memang mudah bagiku menjadi individu yang dilayani agar aku merasa terpuaskan. Tapi bagaimana jika posisiku terbalik menjadi individu yang harus melayani? Apakah aku sanggup menjadi pelayan yang baik? Mampu menjadi pelayan bagi siapa saja dan apapun juga? Itulah inspiratorku… bagaimana menjadi pelayan yang baik.

Pelayan disini bermakna konotasi. Bukan pelayan rumah tangga ataupun pelayan-pelayan yang lain. Tapi pelayan bagi Tuhan, diri sendiri dan orang lain. Menjadi pelayan yang baik tidak mudah seperti apa yang aku bayangkan. Bagaimana membuat orang lain terpuaskan dengan apa yang kita berikan. Bagaimana belajar mempersuasif (dalam artian positive persuative) orang lain agar mereka terpuaskan. Dengan menjadi pelayan yang baik, kita akan menjadi individu yang baik pula. Di posisi apapun kita jika sudah terlatih menjadi “pelayan yang baik” maka kita akan berusaha untuk melayani tuan kita sebaik-sebaiknya. Baik sebagai politisi, ilmuwan, pengusaha bahkan jadi presiden pun. Bagaimana menjadi suami yang baik, istri yang baik, anak-anak yang baik, guru yang baik dan sebagainya maka kita harus belajar menjadi dari seorang pelayan.


TAGS kontribusi blogger inspirasi untuk negeri


-

Author

Follow Me