Apr
02
2012
Aziza
Sebenarnya tulisan ini hanya sekedar analisa, jadi bukan sebagai pembenaran atas apa terjadi..hehehe belum-belum sudah disclaimer. Wajib…sebelum berurusan dengan hukum yang sekarang ini sudah terasa dibuat-buat untuk menyudutkan seseorang atau mencari pembelaan dan pembenaran atas diri sendiri.
Sudah bisa diduga sebelumnya bahwa kasus penggelapan wisma atlet, nazaruddin, anas urbaningrum dan lain-lainnya akan “terbelokkan” dengan sendirinya begitu ada isu yang lebih santer lainnya
Indonesia ini gampang dan mudah ditebak karakternya jadi skenario yang sebelumnya dibuat dengan sembunyi-sembunyi bahkan dalam “bunker” sekalipun akan dapat terdeteksi. Ya contohnya kali ini saja…isu BBM bakal naik telah mampu membuat semuanya “terlupakan”.
“Negatif thinking?”…tentu saja tidak! karena ini hanya sebatas analisa yang tidak perlu ditanggapi dan dipercaya status keabsahannya sebelum dibuktikan secara yuridis dan empiris. Halah terlalu muluk juga kalimatnya sementara banyak juga yang tak mengerti apa maksudnya.
Politik memang memang kejam, keras dan terkesan sadis.
Rakyat kecil yang selalu menjadi korban.
Mahasiswa adalah serdadu terdepan
Partai politik adalah kendaraan handal
Para pejabat enggan menanggalkan sandal
Para pemimpin masih suka memainkan kata-kata handal
2014…pesta demokrasi akan digelar
siapakah yang dapat untung besar????
rakyat kecil mulai menggelar tikar
Mencoba mencari peruntungan negeri
kemanakah pemimpin sejati
menghitung kancing di baju sendiri
coblos sana sini
merasa bingung sendiri…
sedih, kecewa dan sakit hati
masih adakah pemimpin yang punya hati
membuat rakyat nyaman tinggal di negeri sendiri
tanpa merasa takut tirani
atau politik Si Ibu tiri
langkah negeri masih panjang
untuk bisa kembali bangkit menjadi negeri terdepan
bukan dalam hal “mengamankan” uang
tapi semata-mata karena negeri ini memang negeri kahyangan
dan bukan negeri bayangan
dari orang-orang yang mencari keuntungan
hingga negeri ini tak punya harapan
apakah lalu “engkau” tanggalkan?
Tags: Add new tag, BBM, pemilu 2014
Jan
13
2012
Aziza
Dari beberapa kontes yang diadakan blogdetik,keikutsertaanku bisa dihitung jari.Jadi boleh dibilang tidak sampai sepuluh..atau bahkan tidak sampai lima kali hehehehe..Bukan karena apa-apa sih..tapi memang sering ketinggalan informasi alias terlambat. Padahal aku tipe orang yang suka tantangan seperti itu. Ikutan kontes ayoooo…siapa takut!!!. Menang alhamdulillah, kalah ya alhamdulillah
Nah..kali ini kontes terakhir yang diadakan blogdetik tentang ekspresi blogger. Karena hampir tiap hari buka blog yang terpampang cuma “Blogdetik in Progress” dan maaf atas ketidaknyamanan ini, aku jadi jarang nengok blogdetik lagi. Jangan-jangan masih perbaikan. Gara-gara berburuk sangka itulah aku jadi ketinggalan berita
Ini tentang acara kontes-kontesan yang sering diadakan blogdetik, sebenarnya dari nominal hadiahnya sih terhitung tidak seberapa *** bagi yang berduit ya…
*** tapi animo dblogger yang ikutan ternyata tidak bisa dinilai dari seberapa besar kecil hadiah yang diberikan. Kira-kira ada apa ya?? hahahah hayo ada apa ???
Satu kali pernah aku ikutan kontes blogdetik tapi gak dapet nomer ( istilah yang sering dipakai kalau kalah alias gak menang). hehehe kecewa? ya iyalah jelas kecewa, lalu menyerah? ya enggaklah, wong cuma kontes begitu kok bikin menyerah. Tetap semangat…yes yes yes
Kontes kedua aku ikutan lagi dan kali ini ternyata aku harus kalah lagi. Oalaaah kecewa lagi. Jelas kecewa karena kekalahan itu seperti menelan pil pahit dan bahkan saking pahitnya sampai bikin perut mual dan muntah ***dramatisasi***
Kontes ketiga aku mulai ragu untuk ikutan. Ikut enggak ikut enggak ikut enggak *** sambil menunjuk jari-jari tanganku**** padahal jariku lengkap berjumlah sepuluh. Coba aku mulai jari pertamaku dengan ikut berarti jari terakhir pasti terpilih enggak. Ah bikin undian kok pake jari ! pikirku. Akhirnya dengan sekuat tenaga dan keberanian yang luar biasa aku putuskan untuk ikut walaupun dengan sedikit pesimis
. Kalah menang itu biasa..tapi setiap kali ikutan kontes dan menang, itu baru namanya ruarrr biasa.
Beberapa hari telah berlalu dan aku hampir lupa kalau sudah ikutan kontes. Kubuka blogdetik dan taraaaaaaaa….aku jadi pemenangnya, walau sebatas pemenang merchandise
***** alaahhh dapat merchandise aja dah sombong****. Dalam jangka seminggu hadiah itu sudah ditangan. Hadiah kecil tapi cukup membuat besar hatiku. Bangganya luar biasa walau sebatas pemenang di dunia dblogger. Dan sekarang kembali ke pertanyaan awal. Apa yang kamu cari dengan ikutan kontes-kontes semacam itu ya????
Okt
21
2011
Aziza
Lagu kebesaran itu berkumandang
tabuhan drum yang bertalu-talu
Memecahkan gendang telingaku
Menggetarkan dadaku
Membuat berdiri bulu kudukku
Tapi itu dulu
setelah ku tau, apa yang terjadi padamu
sedikit demi sedikit aku mulai ragu
entah apa yang terjadi padamu
hingga tak lagi membuatku rindu..
Duhai sayangku…duhai kekasihku
Kan kujadikan kau pelipur laraku
Terbuai dalam pangkuan wangi tanahmu
yang kan menemani dalam tidur panjangku
karena kau..bagian dari darahku
bagian dari jiwaku
tapi itu dulu
tanahmu tak lagi wangi seperti dulu
jiwamu tak lagi suci….
darahmu telah membeku…
membeku dan membatu
hingga ku tak bisa merasakan lagi hangat tubuhmu
duhai kekasihku…duhai negeriku
Andai kau tahu rasa cintaku padamu
Tapi itu dulu…
Akankah kau tahu?
aku pernah mencintaimu…
mencintamu hingga kulupakan hampir separuh hidupku
hanya untuk memujamu…
tapi itu dulu…
Karena ternyata kau tidak akan pernah tahu…
duhai sayangku… duhai bangsaku
segera berpalinglah kepadaku
sesungguhnya aku tahu kau tidak seperti itu
karena aku begitu mengenalmu,
bisa merasakan degup jantungmu
Kurasakan kau tidak seperti dulu
ku tahu pasti, sejatinya kau tidak begitu
Tags: blogdetik cinta indonesia
Okt
13
2011
Aziza
Ketika masih kecil dulu dia sering makan bareng sama saudara-saudaranya. Tidur satu ranjang pake acara rebutan bantal guling segala. Apalagi kalau ke kamar mandi harus ditemenin karena takut gelap. Berangkat sekolah juga bareng, les vokal juga. Ah pokoknya selalu bareng sama dia. Hanya saja nasibnya yang berbeda. hehehehe. Dia sudah menjadi seleb sekarang gara-gara lagunya yang fenomenal “salah alamat” eh “alamat palsu”. Padahal lagu itu tercipta juga gara-gara mencariku. Sebenarnya sih aku nggak sengaja memberinya alamat palsu, tapi waktu itu lagi salah tulis aja kok. Bener..nggak ada maksud menipu Ayu. Kasihan juga dia, muter-muter cari alamatku. Swear deh yu…ku nggak bermaksud membohongimu. Tapi kamu nggak usah khawatir lagi, karena alamat yang kemarin aku kasih ke kamu dah beneran kok, kalau nggak percaya coba cek aja kerumah. Gara-gara kamu salah alamat itu, kamu dah terkenal sekarang ya? tapi satu hal, jangan lupakan aku ya? aku kan masih saudaramu.
Mungkin itu sedikit cerita lucu kalau ada orang yang mengaku-ngaku sama Ayu ting-ting mengenai asal muasal lagunya “alamat palsu” apalagi kalau sudah masuk infotainment, wahhh seminggu penuh acara TV penuh dengan Ayu ting-ting 
Nama Ayu ting-ting sudah dikenal banyak orang.Orangnya ayu sama ayunya dengan namanya. Tapi ngomong-ngomong ayu itu masih saudara saya lo…, saudara dari saudara ayahku dulu yang juga masih saudara dari saudaranya adiknya ibunya Ayu ting-ting. heheheheh kira-kira hubungan famili apa ya? bingung juga aku.
Tapi jangan salah, penulis bukan saudara Ayu lho ya…itu hanya gurauan atau memang terjadi beneran manakala ada seseorang yang dulunya bukan siapa-siapa lalu menjadi terkenal dan ngetop seperti Ayu. Ada saja orang yang mengaku ini itu. Ada yang bilang saudaranya lah, pacar lah, ibu tirinya lah, ayah kandungnya lah, kekasih gelapnya lah..dan lain-lain.
Tapi akan lain ceritanya kalau yang terkenal itu macam kayak “peledak bom Bali”. Ada yang ngaku saudara, istri, ayah, temen, atau apalah? kalau ngaku bakal ikut “diciduk” kali ya? hehehehe..tapi itulah dunia, dunia dan dunia. Btw..ada yang ngaku-ngaku nggak y?
Tags: ayu ting-ting
Jul
31
2011
Aziza
Koruptor dimaafkan
Wajib…karena ini menjelang bulan Romadhon, bulan pengampunan jadi wajar kalau saling memaafkan..apalagi hanya seorang koruptor. Hehehehe
Koruptor dibawa pulang saja
Harus…daripada di negara orang ngoceh ngalor ngidul dan mulai bernyanyi. hahahaha
Uang koruptor dikembalikan ke negara plus pajaknya
Sunnah…karena sudah terlanjur masuk dompet jadi gak mungkin kan kalau dikeluarkan lagi. Ada perjanjian barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan. Wah wah wah wah
Kalau korupsi itu hindari transaksi uang tunai
betul sekali..daripada tertangkap tangan mending via transfer aja. Hayoooo
KPK Dibubarkan saja
Eittt tunggu dulu..klo yang ini jangan dulu nanti kesannya nggak serius nangani korupsi karena nggak ada lembaganya. Biarkan saja lah…walau sebatas formalitas. hehehehe
Tags: koruptor, KPK
Jul
16
2011
Aziza
Umurnya sudah lumayan tua. Hampir 24 tahun dia berdiri memberikan hawa kesejukan. Daunnya yang rindang dan lebat membuat udara disekitar rumah dingin menyegarkan. Apalagi dikala cuaca mulai panas, dia begitu meneduhkan Hmmmm….membuatku mengantuk sembari angin semilir menguraikan rambutku. Dia terbesar di kampungku dan mungkin juga yang tertua.Sama tuanya dengan si empunya yang sudah mulai ubanan. Ya..dia adalah pohon kelengkeng yang tumbuh dihalaman depan rumahku.
Dia begitu tua, kulitnya mulai terlihat kering dan rapuh. Dia berdiri sendiri disitu selama 24 tahun, tak ada yang menemani kecuali para burung pipit yang bersarang di dahan dan rantingnya atau burung tetangga yang terlepas dari sarang. Dia punya hobi yang membuatku gerah. Hobinya itu menggugurkan daun-daun keringnya dimusim kering.Hampir seluruh halaman dan teras rumah penuh dengan daun keringnya yang terterpa angin. Tak jarang halaman tetangga juga kotor karena hobinya ini. Kalau dikumpulkan,dalam sehari saja sampah daunnya sampai 3 karung beras.Terkadang tetangga membicarakannya karena hobinya yang satu ini. Maklum saja karena aku dan mereka belum pernah merasakan buahnya selama ini kecuali harus rela dan setia membersihkan daun-daun keringnya.
Sebenarnya apa yang salah dengan dia? apakah dia kesepian sehingga dia tak mau berbuah? Tetangga menyarankan untuk dikawinkan saja. Ahhh…kayak manusia saja pakai acara dikawinkan. Itu pendapatku karena memang aku tak memahami dunia botani. Tak jarang tetangga berolok-olok, ” lek wis uwoh, ojo lali bagi-bagi yo?awak dhewe yo gelek nyapu godhonge ” yang artinya kalau sudah berbuah, jangan lupa bagi-bagi ya? karena kita juga sering membersihkan daunnya. “Hahahaha..mereka bisa saja, berbunga saja belum apalagi berbuah?” begitu pikirku.
Sampai suatu ketika aku berdiri dihadapannya dan berkata,” Ya Allah, Panjenengan paringi wit niki saget ngembang, mangke kulo damel bancaan kalian tonggo-tonggo” (Ya Allah, Berikanlah rezeki agar pohon ini bisa berbunga dan hasilnya nanti bisa dibagikan kepada para tetangga untuk tasyakuran). Benar juga, doaku dikabulkan. Dia mulai berbunga. Hampir seluruh rantingnya dipenuhi bunga. Para tetangga sudah mulai berebutan untuk pesan kalau nanti buahnya buat tasyakuran saja karena baru pertama kali pohon ini berbunga.
Sudah hampir 2 minggu dia berbunga dan mulai membentuk bakal buah. Aku terus saja mengawasi perkembangannya. Sudah mulai kupikirkan bagaimana cara melindungi bakal buah ini dari serangan kelelawar, karena makhluk ini suka sekali dengan buah kelengkeng. Tapi aku kaget karena satu persatu bakal buah ini mulai rontoh. Haaa…apa yang terjadi? Para tetangga bakal kecewa karena gagal merasakan manisnya buah kelengkengku ini. Rasa senang karena dia berbunga telah musnah. Padahal aku sudah berdoa agar nanti buahnya bisa untuk tasyakuran. Ups…aku teringat kembali dengan doaku! Apakah ada yang salah dengan doaku? Ya..aku berdoa agar pohon kelengkeng ini bisa berbunga! dan tentu saja Tuhan mengabulkan doaku dengan memberikan pohon ini berbunga tanpa bisa menjadikannya berbuah. Itulah pengalaman yang menjadikan pelajaran bagiku, jangan salah berdoa, memohon kepada Allah.
Tags: berdoa, cerita